Strategi Terbaik Dalam Manajemen SDM Agar Para Karyawan (Pekerja) Tertarik Membuatnya Bertahan
Sumber daya manusia dalam sebuah organisasi terdiri dari semua upaya, keterampilan atau kemampuan semua orang yang bekerja dalam suatu organisasi. Semua orang yang bekerja untuk sebuah organisasi adalah pekerja. Pimpinan sebuah organisasi harus mengelola sumber daya manusia dengan cara yang paling efektif sehingga seorang karyawan mampu bekerja dengan baik demi kepentingan terbaik organisasi dan dalam kepentingan mereka sendiri. Untuk tujuan ini, adalah penting bahwa hubungan personil yang baik perlu diterapkan dengan seluruh tenaga kerja.
Manajemen sumber daya manusia mengacu pada kegiatan spesialis staf yang bertanggung jawab untuk tujuan personel organisasi. Kebijakan Departemen SDM akan mempengaruhi seluruh tenaga kerja baik kuantitas maupun kualitas. Oleh karena itu adalah tanggung jawab mereka untuk melihat kepentingan semua manajemen serta karyawan lainnya.
1. Lingkungan kerja yang menyenangkan
Lingkungan kerja merupakan salah satu faktor yang menentukan betah atau tidaknya karyawan bekerja di perusahaan. Perusahaan harus dapat memastikan bahwa karyawan merasa nyaman saat bekerja.
2. Komunikasi yang transparan
Komunikasi yang tidak transparan dapat menyebabkan ketidaknyamanan bagi karyawan untuk bekerja di suatu perusahaan. Karyawan berhak tahu mengenai kondisi keuangan perusahaan, kemajuan yang telah dibuat oleh perusahaan, dan hal-hal yang direncanakan oleh suatu perusahaan. Karyawan juga harus tahu mengenai performa mereka sendiri, oleh karena itu penting bagi manajemen untuk mengevaluasi kinerja mereka.
3. Kesempatan untuk berkembang
Stabilitas SDM di tempat kerja akan lebih terjaga apabila perusahaan dapat mempromosikan karyawannya saat ini ketimbang mempekerjakan karyawan baru untuk mengisi posisi yang lebih tinggi. Agar karyawan tidak berpindah ke perusahaan kompetitor, maka pastikan bahwa perusahaan dapat membantu mereka untuk tetap berkembang melalui pelatihan, tanggung jawab baru, dan berbagai tantangan.
4. Fasilitas kantor yang mendukung
Fasilitas yang mendukung akan membuat karyawan lebih semangat dalam bekerja.
Berikut ini adalah beberapa poin yang sebaiknya dipertimbangkan oleh perusahaan:
· Pastikan koneksi internet di perusahaan bekerja dengan baik sehingga membantu mempercepat pekerjaan karyawan.
· Gunakan perangkat lunak yang dapat membantu menyederhanakan aktivitas operasional sehingga meningkatkan produktivitas karyawan
· Sediakan ruangan atau area yang dapat digunakan oleh karyawan untuk beristirahat
· Sediakan perabotan seperti meja dan kursi yang nyaman bagi karyawan
· Fasilitasi karyawan dengan perangkat keras seperti laptop yang mendukung mereka untuk menyelesaikan pekerjaan mereka dengan baik
5. Gaji dan insentif yang kompetitif
Gaji adalah salah satu motivasi terbesar bagi karyawan untuk bekerja di suatu perusahaan. Survei yang diadakan oleh Glassdoor, salah satu situs perekrutan kerja terbesar di dunia, menunjukkan bahwa 45% karyawan memutuskan untuk pindah ke perusahaan lain demi mendapatkan gaji yang lebih baik daripada yang mereka dapatkan di perusahaan lama. Perusahaan harus memastikan bahwa gaji dan insentif yang ditawarkan kompetitif dan sesuai dengan kontribusi yang mereka berikan ke perusahaan Anda.
Strategi manajemen sumber daya manusia berkaitan dengan memastikan keselarasan atau kecocokan antara bisnis dan strategi sumber daya manusia. Nankervis, Compton, dan Baird (2000) mengidentifikasi tiga jenis hubungan antara sumber daya dan strategi organisasi yaitu:
1. Akomodatif
Pada jenis ini strategi sumber daya manusia mengikuti strategi organisasi, mengakomodasi kebutuhan staf dari strategi bisnis yang sudah dipilih. Dalam hal ini, menunjukkan bahwa strategi sumber daya manusia mengikuti strategi bisnis organisasi.
2. Interaktif
Jenis ini ditandai sebagai proses komunikasi dua arah antara sumber daya manusia dan perencanaan perusahaan dimana sumber daya manusia memberikan kontribusi untuk bereaksi terhadap keseluruhan strategi.
3. Terintegrasi
Jenis ini merupakan penerapan proses strategi secara keseluruhan baik interaksi formal maupun informal yang secara nyata merefleksikan strategik manajemen sumber daya manusia dalam praktek. Tingkat keterlibatan akan meluas sepenuhnya ke sumber daya manusia yang diwakili personil tingkat manajemen senior dan sumber daya manusia secara aktif berpartisipasi dalam keputusan strategic.
Purcell (2004) melakukan penelitian dan memberikan hasil cukup gemilang yang mampu mereduksi perdebatan strategi manajemen sumber daya manusia dan kebutuhan bisnis. Hasil penelitiannya menguatkan dugaan bahwa kategori perspektif yang lebih rasional pada strategi memperlakukan berbagai masalah seperti kompetensi, lingkungan, dan daya saing sebagai bagian konstruksi untuk membangun manajemen yang lebih baik. Elemen- elemen tersebut saling terkait satu sama lain sehingga membutuhkan kajian yang simultan.
Sumber:
Tampubolon, Hotner. 2016. Strategi Manajemen Sumber Daya Manusia dan Perannya dalam Pengembangan Keunggulan Bersaing. Depok: Papas Sinar Sinanti.
https://www.hashmicro.com/id/blog/5-cara-mempertahankan-sdm-terbaik-di-perusahaan/