Friday, July 16, 2021

Etika Bisnis_Tugas Mandiri (3EA14)

 Strategi Terbaik Dalam Manajemen SDM Agar Para Karyawan (Pekerja) Tertarik Membuatnya Bertahan


Sumber daya manusia dalam sebuah organisasi terdiri dari semua upaya, keterampilan atau kemampuan semua orang yang bekerja dalam suatu organisasi. Semua orang yang bekerja untuk sebuah organisasi adalah pekerja. Pimpinan sebuah organisasi harus mengelola sumber daya manusia dengan cara yang paling efektif sehingga seorang karyawan mampu bekerja dengan baik demi kepentingan terbaik organisasi dan dalam kepentingan mereka sendiri. Untuk tujuan ini, adalah penting bahwa hubungan personil yang baik perlu diterapkan dengan seluruh tenaga kerja. 

Manajemen sumber daya manusia mengacu pada kegiatan spesialis staf yang bertanggung jawab untuk tujuan personel organisasi. Kebijakan Departemen SDM akan mempengaruhi seluruh tenaga kerja baik kuantitas maupun kualitas. Oleh karena itu adalah tanggung jawab mereka untuk melihat kepentingan semua manajemen serta karyawan lainnya. 

 Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mempertahankan karyawan:

1.   Lingkungan kerja yang menyenangkan

     Lingkungan kerja merupakan salah satu faktor yang menentukan betah atau tidaknya karyawan bekerja di perusahaan. Perusahaan harus dapat memastikan bahwa karyawan merasa nyaman saat bekerja. 

2.   Komunikasi yang transparan

     Komunikasi yang tidak transparan dapat menyebabkan ketidaknyamanan bagi karyawan untuk bekerja di suatu perusahaan. Karyawan berhak tahu mengenai kondisi keuangan perusahaan, kemajuan yang telah dibuat oleh perusahaan, dan hal-hal yang direncanakan oleh suatu perusahaan. Karyawan juga harus tahu mengenai performa mereka sendiri, oleh karena itu penting bagi manajemen untuk mengevaluasi kinerja mereka. 

3.   Kesempatan untuk berkembang

     Stabilitas SDM di tempat kerja akan lebih terjaga apabila perusahaan dapat mempromosikan karyawannya saat ini ketimbang mempekerjakan karyawan baru untuk mengisi posisi yang lebih tinggi. Agar karyawan tidak berpindah ke perusahaan kompetitor, maka pastikan bahwa perusahaan dapat membantu mereka untuk tetap berkembang melalui pelatihan, tanggung jawab baru, dan berbagai tantangan. 

4.   Fasilitas kantor yang mendukung

          Fasilitas yang mendukung akan membuat karyawan lebih semangat dalam bekerja. 

     Berikut ini adalah beberapa poin yang sebaiknya dipertimbangkan oleh perusahaan:

·     Pastikan koneksi internet di perusahaan bekerja dengan baik sehingga membantu mempercepat pekerjaan karyawan.

·      Gunakan perangkat lunak yang dapat membantu menyederhanakan aktivitas operasional sehingga meningkatkan produktivitas karyawan

·      Sediakan ruangan atau area yang dapat digunakan oleh karyawan untuk beristirahat

·      Sediakan perabotan seperti meja dan kursi yang nyaman bagi karyawan

·  Fasilitasi karyawan dengan perangkat keras seperti laptop yang mendukung mereka untuk menyelesaikan pekerjaan mereka dengan baik

5.   Gaji dan insentif yang kompetitif

    Gaji adalah salah satu motivasi terbesar bagi karyawan untuk bekerja di suatu perusahaan. Survei yang diadakan oleh Glassdoor, salah satu situs perekrutan kerja terbesar di dunia, menunjukkan bahwa 45% karyawan memutuskan untuk pindah ke perusahaan lain demi mendapatkan gaji yang lebih baik daripada yang mereka dapatkan di perusahaan lama. Perusahaan harus memastikan bahwa gaji dan insentif yang ditawarkan kompetitif dan sesuai dengan kontribusi yang mereka berikan ke perusahaan Anda.

Strategi manajemen sumber daya manusia berkaitan dengan memastikan keselarasan atau kecocokan antara bisnis dan strategi sumber daya manusia. Nankervis, Compton, dan Baird (2000) mengidentifikasi tiga jenis hubungan antara sumber daya dan strategi organisasi yaitu: 

1.     Akomodatif 

Pada jenis ini strategi sumber daya manusia mengikuti strategi organisasi, mengakomodasi kebutuhan staf dari strategi bisnis yang sudah dipilih. Dalam hal ini, menunjukkan bahwa strategi sumber daya manusia mengikuti strategi bisnis organisasi.

2.     Interaktif 

Jenis ini ditandai sebagai proses komunikasi dua arah antara sumber daya manusia dan perencanaan perusahaan dimana sumber daya manusia memberikan kontribusi untuk bereaksi terhadap keseluruhan strategi. 

3.      Terintegrasi 

Jenis ini merupakan penerapan proses strategi secara keseluruhan baik interaksi formal maupun informal yang secara nyata merefleksikan strategik manajemen sumber daya manusia dalam praktek. Tingkat keterlibatan akan meluas sepenuhnya ke sumber daya manusia yang diwakili personil tingkat manajemen senior dan sumber daya manusia secara aktif berpartisipasi dalam keputusan strategic. 

Purcell (2004) melakukan penelitian dan memberikan hasil cukup gemilang yang mampu mereduksi perdebatan strategi manajemen sumber daya manusia dan kebutuhan bisnis. Hasil penelitiannya menguatkan dugaan bahwa kategori perspektif yang lebih rasional pada strategi memperlakukan berbagai masalah seperti kompetensi, lingkungan, dan daya saing sebagai bagian konstruksi untuk membangun manajemen yang lebih baik. Elemen- elemen tersebut saling terkait satu sama lain sehingga membutuhkan kajian yang simultan. 

 

 

 

Sumber:

Tampubolon, Hotner. 2016. Strategi Manajemen Sumber Daya Manusia dan Perannya dalam Pengembangan Keunggulan Bersaing. Depok: Papas Sinar Sinanti.

https://www.hashmicro.com/id/blog/5-cara-mempertahankan-sdm-terbaik-di-perusahaan/

Thursday, May 27, 2021

Etika Bisnis_Tugas 3 (3EA14)


RANGKUMAN HASIL DISKUSI


Kelompok 2 (Fungsi, Tugas, Tanggung Jawab dan Hak/Kewajiban Stakeholder Perusahaan)

    Dalam terjemahan bahasa indonesia, arti stakeholder adalah pemangku kepentingan atau pihak yang berkepentingan. Stakeholder dapat dijumpai dimanapun, terutama dalam kegiatan bisnis sehingga setiap perusahaan tidak lepas dari keberadaan tokoh penting tersebut. Suatu perusahaan berinteraksi dengan berbagai pihak/pemangku kepentingan mulai dari pemegang saham, hingga kepada customer sampai karyawan bahkan dengan para supplier. Peran atau fungsi utama pemangku kepentingan atau stakeholder adalah membantu membuat suatu kebijakan, aturan, atau proyek agar sesuai dan tercapai dengan arah pengembangan organisasi atau perusahaan. Beberapa contoh tanggung jawab sosial ini dapat dijabarkan sebagai berikut:

1. Tanggung jawab sosial kepada karyawan

2. Tanggung jawab sosial kepada konsumen

3. Tanggung jawab sosial kepada supplier

4. Tanggung jawab sosial pemegang saham

5. Tanggung jawab sosial kepada lingkungan

 

Kelompok 3 (Etika Dalam Perspektif Manajemen Sumber Daya Manusia)

    Dari pembahasan diatas diatas dapat disimpulkan bahwa etika diperlukan dalam kegiatan bisnis, organisasi dan perusahaan karena etika bisnis mampu menunjang bertahanya suatu bisnis, organisasi/perusahaan. Etika juga dapat memberdayakan SDM secara maksimal dalam berbisnis, organisasi/perusahaan dengan diberlakukanya etika-etika dalam berbisnis dan berorganisasi yang baik dan tepat. Selain itu juga implementasi etika juga dapat dilihat dari fungsi manajemen sumber daya manusia itu sendiri.


Kelompok 4 (Transparasi Sebagai Bagian Norma dan Etika Dalam Bisnis Terhadap Keuangan dan periklanan)

      Tata hubungan bisnis dan masyarakat yang tidak dapat dipisahkan tersebut membawa serta etika-etika tertentu dalam kegiatan bisnis, baik etika itu antara sesama pelaku bisnis maupun etika bisnis terhadap masyarakat dalam hubungan langsung maupun tidak langsung. Tanpa disadari, sejak keberadaan kehidupan bermasyarakat, nilai-nilai yang dianggap dapat menjadikan orang berperilaku baik dan benar merupakan sebuah kebutuhan. Pelaku bisnis sebagai bagian dari masyarakat tidak dapat memisahkan diri dari norma0norma dan nilai-nilai yang berlaku di kalangan bisnis. Dari segi etika bisnis, hal ini penting karena merupakan perwujudan dari nilai-nilai moral.

    Transparansi adalah keterbukaan dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan dan dalam mengemukakan informasi materiil dan relevan mengenai Perusahaan secara akurat dan tepat waktu. Transparansi atau keterbukaan dapat berarti semua kebijakan atau keputusan dan informasi yang berkaitan oleh perusahaan dapat di akses dengan mudah oleh para pemangku kepentingan di perusahaan tersebut. Kalaupun ada informasi yang tidak boleh diketahui oleh publik, maka harus ada kriteria yang jelas untuk informasi tersebut. 


Kelompok 5 (Analisa Persediaan Bahan Baku Dengan Metode EOQ Untuk Meminimalkan Biaya Persediaan Pada UD. Kharisma Sidoarjo Tarik Sidoarjo)

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah disampaikan pada bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa:

  1. Penggunaan bahan baku tertinggi menurut kebijakan perusahaan adalah pada tahun 2014 dengan jumlah masing-masing sebesar 32.573,89 meter, dengan penggunaan rata-rata per bulan masing-masingadalah 2.714,49 meter, sedangkan penggunaan bahan baku terendah adalah pada tahun 2012 denganjumlah 27.872,33 meter, dengan penggunaan rata-rata per bulan 2.322,69 meter. Penggunaan bahan baku tertinggi terjadi pada tahun 2014, hal tersebut terjadi karena terdapat peningkatan terhadap permintaan produk.
  2. Kuantitas pemesanan bahan baku yang dihasilkan menurut perhitungan metode Economic OrderQuantity menunjukkan bahwa jumlah pemesanan yang dilakukan mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun. Kuantitas pemesanan per pemesanan tertinggi berdasarkan analisis yang telah dilakukan terjadi pada tahun 2014, yaitu sebesar 5.206,74 meter tiap kali memesan, sedangkan angka terendah terjadi padatahun 2013, yaitu sebesar 4.357,86 meter tiap kali memesan. Berdasarkan hasil analisis, dapat diketahui bahwa agar mencapai jumlah pemesanan yang optimal tiap tahunnya dibutuhkan total biaya persediaan sebesar Rp 31.005.882,80 pada tahun 2012, Rp 32.948.337,85 pada tahun 2013, dan Rp 37.745.459,94pada tahun 2014. Sedangkan persediaan pengaman (safety stock) optimal yang harus selalu tersedia di gudang sebesar pada tahun 2012 adalah 705,85 meter, pada tahun 2013 adalah 591,88 meter serta pada tahun 2014 adalah 613,23 meter. Sedangkan untuk reorder point, diperoleh untuk tahun 2012 perusahaan harus melakukan pemesanan bahan baku kembali pada saat persediaan di gudang sebesar 1.267,17 meter, untuk tahun 2013 perusahaan harus melakukan pemesanan bahan baku kembali pada saat persediaan di gudang sebesar 1.267,44 meter,sedangkan untuk 2014 perusahaan harus melakukan pemesanan bahan baku kembali pada saat persediaandi gudang sebesar 1.435,12 meter.
  3. Terjadi perbedaan yang cukup besar antara kebijakan yang dilakukan oleh perusahaan dengan metodeEconomic Order Quantity dalam hal kuantitas pembelian bahan baku yang dilakukan per pemesanan dan jumlah frekuensi pemesanan. Selisih pembelian bahan baku terbesar terjadi pada tahun 2014 yaitu sebesar1.437,77 meter, sedangkan selisih yang terkecil yaitu terjadi pada tahun 2013 yaitu sebesar 1.195,89meter. Adapun selisih frekuensi pembelian bahan baku tidak terdapat perbedaan kecuali frekuensi pembelian pada tahun 2012. Adapun selisih total biaya persediaan bahan baku antara kebijakanperusahaan dengan metode Economic Order Quantity terendah terjadi pada tahun 2013 yaitu Rp 5.573.822,78, sedangkan selisih tertinggi terjadi pada tahun 2014 yaitu Rp 6.561.584,35. Hal ini berartiapabila perusahaan menggunakan metode Economic Order Quantity, maka biaya yang dikeluarkan lebihsedikit dan perusahaan dapat menghemat pengeluaran terutama dari segi biaya persediaan.


Kelompok 6 (Membangun Solidaritas Untuk Memperkuat Organisasi/Perusahaan Dengan Cara Membentuk Serikat Pekerja)

Serikat pekerja yaitu organisasi yang dibentuk dari,oleh,dan untuk pekerja atau buruh baik di perusahaan maupun diluar perusahan, yang bersifat bebas, terbuka, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab guna memperjuangkan, membela serta melindungi hak dan kepentingan pekerja atau buruh serta meningkatkan kesejahteraan pekerja atau buruh dan keluargannya. Bukan hanya memperjuangkan serta melindungi hak para pekerja saja, serikat bekerja juga berfungsi sebagai jembatan antara perusahaan dan pekerja, serta tugas serikat pekerja juga menjaga hubungan yang baik antara serikat pekerja dengan perusahaan atau antara pekerja dengan perusahaan. oleh sebab itu dengan adanya serikat pekerja, dapat membantu pekerja untuk mendapatkan haknya sehingga kesejahteraan pekerja dan keluarganya pun terjamin. Bukan hanya pekerja saja yang mendapatkan kesejahteraan, kesejahteraan dan kelangsungan perusahaanpun akan diperoleh karena adanya semangat kerja, dan produktivitas tinggi dari pekerja.

 

Kelompok 7 (Pengaruh Budaya Organisasi Dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan)

    Budaya organisasi adalah nilai, kebiasaan dan kepercayaan bersama yang berkembang dalam suatu organisasi sehingga dijadikan pedoman. Budaya organisasi berperan dalam menetapkan pedoman/standar perilaku dan menciptakan komitmen anggota terhadap organisasi. Karakteristiknya ialah inovasi dan berani mengambil resiko, perhatian kepada hal-hal detail, berorientasi terhadap tim, berorientasi terhadap manusia, berorientasi terhadap hasil, agresifitas dan stabilitas. 

    Budaya organisasi yang kuat dapat memperlancar, membangun dan mengembangkan kegiatan-kegiatan yang bersifat struktural yang terdapat pada organisasi. Contohnya, budaya bekerja sama yang akan mendorong lahirnya suatu koordinasi. Dengan adanya perilaku pegawai yang mudah untuk berkerjasama, maka akan tercipta proses koordinasi antar unit kerja yang mudah. Di sisi lain, struktur organisasi dapat menciptakan budaya baru di sebuah organisasi. Rutinitas-rutinitas pekerjaan di suatu unit kerja dari waktu ke waktu akan mengalami perubahan seiring perkembangan zaman. Rutinitas dan pola kerja yang baru akan menciptakan suatu budaya baru di sebuah organisasi. Dengan demikian, semakin kuat budaya suatu organisasi maka semakin baik kualitas dan kinerja organisasinya dan keduanya sama-sama memiliki pengaruh bagi keberhasilan organisasi untuk mencapai tujuannya.

 



Sunday, May 9, 2021

Etika Bisnis_Tugas 2 (3EA14)

 RANGKUMAN HASIL DISKUSI


KELOMPOK 2

PELANGGARAN ETIKA BISNIS PT. FREEPORT INDONESIA


        Pelanggaran etika bisnis adalah penyimpangan standar – standar nilai (moral) yang menjadi pedoman atau acuan sebuah perusahaan (manajer dan segenap karyawannya) dalam pengambilan keputusan dan mengoperasikan bisnis yang etik.

          Pengertian kontrak karya yang tercantum dalam Pasal 1 Butir (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1614 Tahun 2004 tentang Pedoman Pemrosesan Permohonan Kontrak Karya dan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara dalam rangka Penanaman Modal Asing adalah “Perjanjian antara pemerintah Republik Indonesia dengan perusahaan hukum Indonesia dalam rangka penanaman modal asing untuk melaksanakan usaha pertambangan bahan galian tidak termasuk minyak bumi, gas alam, panas bumi, radio aktif dan batubara”.

     Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) adalah izin untuk melaksanakan usaha pertambangan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang meliputi tahapan kegiatan penyelidikan umum, eksplorasi, studi kelayakan, konstruksi, penambangan, pengolahan dan pemurnian, pengangkutan dan penjualan, serta pascatambang.



KELOMPOK 3 

INVESTASI PT. ASABRI


              Dalam hal ini otoritas jasa keuangan (OJK) tidak mempunyai/memiliki wewenang dalam pengawasan  terhadap penyelenggaraan asuransi sosial PT. ASABRI (Persero). Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI) diduga lalai dalam pengelolaan investasi sehingga mengalami kerugian hingga Rp10 triliun. Wimboh berpegang pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 102 Tahun 2015 tentang Asuransi Sosial Prajurit Tentara Nasional Indonesia, Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan Pegawai Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Kementeriah Pertahanan dan Kepolisian Negara Republik Indonesia.



KELOMPOK 4 

ETHICAL GOVERNANCE PT. GARUDA INDONESIA


Laporan keuangan Garuda Indonesia dan Entitas Anak Tahun Buku 2018 sebelumnya dijatuhi sanksi oleh Kemenkeu. Sanksi diberikan lantaran pengakuan pendapatan atas perjanjian kerja sama antara Garuda dengan PT. Mahata Aero Teknologi yang diindikasikan tidak sesuai dengan standar akuntansi. Bukan ruginya lagi yang menurun, tapi perusahaan mencetak laba bersih US$809,84 ribu atau Rp11,33 miliar (Rp14.000 per dolar Amerika Serikat).

 Namun, berita itu rupanya tak disambut baik oleh seluruh pihak. Dua komisaris Garuda Indonesia. Mereka tak sepakat dengan salah satu transaksi kerja sama dengan PT. Mahata Aero Teknologi yang dibukukan sebagai pendapatan oleh manajemen. 

Keuntungan yang diraih Grup Garuda Indonesia sebesar US$239.940.000, dengan US$28.000.000 di antaranya merupakan bagi hasil Garuda Indonesia dengan PT. Sriwijaya Air. Hanya saja, perusahaan sebenarnya belum mendapatkan bayaran dari Mahata atas kerja sama yang dilakukan. Namun manajemen tetap menuliskannya sebagai pendapatan, sehingga secara akuntansi Garuda Indonesia menorehkan laba bersih dari sebelumnya yang rugi sebesar US$216,58 juta. 

PT. Garuda Menangani Pelanggaran Etika dengan menciptakan peraturan mengenai sanksi dan sistem pelaporan yang terarah dan jelas salah satunya melalui sebuah sistem berbasis web yang disebut dengan istilah Whistle Blowing System atau WBS. Selain itu, mereka juga menerapkan program Corporate Social Responsibility (CSR) mereka yang dinamakan Garuda Indonesia Peduli. PT. Garuda Indonesia menjalankan program-program yang dirancang untuk mendukung perkembangan masyarakat dan pembangunan berwawasan lingkungan yang berkelanjutan. PT. Garuda Indonesia

 

             

KELOMPOK 5 

PELANGGARAN ETIKA DALAM IKLAN “MIE SEDAP VERSI PAPA HIDUP LAGI”


Kontroversi iklan lainnya pastinya isu yang berhubungan dengan iklan anak. Anak-anak, terutama anak muda, sangat rentan terhadap periklanan karena mereka tidak memiliki pengalaman dan pengetahuan untuk memahami dan menilai secara kritis tujuan dari seruan iklan yang persuasif. Reserarch telah menunjukkan bahwa anak-anak prasekolah tidak dapat membedakan antara iklan dan program, tidak merasakan maksud menjual iklan, dan tidak dapat membedakan antara realitas dan fantasi. Studi ini juga menyimpulkan bahwa anak-anak harus mengerti bagaimana periklanan bekerja agar bisa menggunakan pertahanan kognitif mereka secara efektif. Karena kemampuan terbatas anak untuk menafsirkan maksud menjual pesan atau mengidentifikasi iklan komersial, kritik menuduh bahwa iklan kepada mereka pada dasarnya tidak adil dan menipu dan harus dilarang atau sangat dibatasi.

Di sisi lain, mereka yang berpendapat bahwa periklanan adalah bagian dari kehidupan dan anak-anak harus belajar menghadapinya dalam proses sosialisasi konsumen untuk memperoleh keterampilan yang dibutuhkan untuk berfungsi di pasar.Kelompok pemasaran dan periklanan telah mengkritisi laporan tersebut dan terus membela hak mereka untuk beriklan berdasarkan bahwa orang tua dari anak-anak yang lebih muda, daripada anak-anak itu sendiri, membuat keputusan pembelian.



KELOMPOK 6 

CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PERUSAHAAN KEPADA MASYARAKAT STUDI KASUS PADA PT. GOLD COIN SPECIALITIES


        PT Gold Coin Bekasi tidak memiliki program CSR yang spesifik. Pemberian bantuan dana atau sumbangan untuk kegiatan posyandu dan kegiatan keagamaan yang dilaksanakan oleh masyarakat sekitar diakui sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan. Tetapi, ternyata masyarakat sekitar merasa kurang puas dengan pemberian bantuan tersebut.

      Pemberian bantuan dana atau sumbangan untuk kegiatan posyandu dan kegiatan keagamaan yang dilaksanakan oleh masyarakat sekitar diakui sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan. Tetapi, ternyata masyarakat sekitar merasa kurang puas dengan pemberian bantuan tersebut. 


KELOMPOK 7 

KASUS PT. KAI DALAM PENCATATAN PIUTANG PADA PENDEKATAN AKUNTANSI PRINSIP ETIKA

 Dari kasus studi tentang pelanggaran Etika dalam berbisnis itu merupakan suatu pelanggaran etika profesi perbankan pada PT. KAI pada tahun tersebut yang terjadi karena kesalahan manipulasi dan terdapat penyimpangan pada laporan keuangan PT. KAI tersebut.                     PT. KERETA API INDONESIA (PT. KAI) terdeteksi adanya kecurangan dalam penyajian laporan keuangan. Ini merupakan suatu bentuk penipuan yang dapat menyesatkan investor dan stakeholder lainnya. Kasus ini juga berkaitan dengan masalah pelanggaran kode etik profesi akuntansi. Diduga terjadi manipulasi data dalam laporan keuangan PT. KAI tahun 2005, perusahaan BUMN itu dicatat meraih keuntungan sebesar Rp6,9 Miliar. Padahal apabila diteliti dan dikaji lebih rinci, perusahaan justru menderita kerugian sebesar Rp63 Miliar.

Profesi Akuntan menuntut profesionalisme, netralitas, dan kejujuran. Kepercayaan masyarakat terhadap kinerjanya tentu harus diapresiasi dengan baik oleh para akuntan. Etika profesi yang disepakati harus dijunjung tinggi. Hal itu penting karena ada keterkaitan kinerja akuntan dengan kepentingan dari berbagai pihak. Banyak pihak membutuhkan jasa akuntan. Pemerintah, kreditor, masyarakat perlu mengetahui kinerja suatu entitas guna mengetahui prospek ke depan.

 

 

Wednesday, March 31, 2021

Etika Bisnis_Tugas 1 (3EA14)

 

RANGKUMAN HASIL DISKUSI


KELOMPOK 2 (MEMAHAMI GAMBARAN UMUM PROFESI BISNIS PADA TANGGUNG JAWAB MORAL, SOSIAL BISNIS, DAN LINGKUNGAN)

        Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan, Etika Bisnis merupakan suatu bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan bisnis yang dilakukan oleh para pelaku-pelaku bisnis dimanapun berada. Masalah etika dan ketaatan pada hukum yang berlaku merupakan dasar yang kokoh yang harus dimiliki oleh pelaku bisnis dan akan menentukan tindakan apa dan perilaku bagaimana yang akan dilakukan dalam bisnisnya. Sebagaimana pelaku bisnis harus menerapkan beberapa tanggung jawab, seperti :


1.  Tanggung Jawab Moral

      Ketidakmampuan mengurangi tanggung jawab karena seseorang tidak mempunyai tanggung          jawab untuk melakukan (atau melarang melakukan) sesuatu yang tidak dapat dia kendalikan. Maka dari itu pentingnya Tanggung Jawab Moral untuk pelaku bisnis.

 

2.  Sosial Bisnis

    Adanya tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan CSR berhubungan erat dengan "pembangunan berkelanjutan", di mana ada argumentasi bahwa suatu perusahaan dalam melaksanakan aktivitasnya harus mendasarkan keputusannya tidak semata berdasarkan faktor keuangan, misalnya keuntungan atau deviden melainkan juga harus berdasarkan konsekuensi sosial dan lingkungan untuk saat ini maupun untuk jangka panjang mengharuskan pelaku bisnis memahami Tanggung Jawab Sosial Bisnis.

 

3.  Lingkungan

   Etika ini seharusnya berorientasi untuk mengembangkan kesadaran bahwa pelestarian lingkungan juga untuk kepentingan seluruh makhluk, baik makhluk hidup maupun makhluk mati. Bagaimana kita bersikap terhadap alam ini, apa yang sebaiknya kita lakukan dan kita tinggalkan, apa yang seharusnya dan yang tidak seharusnya kita lakukan terhadap makhluk lain.

 

 

KELOMPOK 3 (MEMAHAMI PENTINGNYA PENERAPAN ETIKA KE DALAM BISNIS DENGAN PENDEKATAN MODEL ETIKA DALAM BISNIS DAN MANAJERIAL) 

       Satu hal penting dalam penerapan etika bisnis di perusahaan adalah peran seorang pemimpin/leadership. Pemimpin menjadi pemegang kunci pelaksanaan yang senantiasa dilihat oleh seluruh karyawan. Di berbagai kondisi, saat krisis sekalipun, seorang pemimpin haruslah memiliki kinerja emosional & etika yang tinggi. Pada prakteknya, dibutuhkan kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual dari seorang pemimpin dalam penerapan etika bisnis ini. Kepemimpinan yang baik dalam bisnis adalah kepemimpinan yang beretika. Etika dalam berbisnis memberikan batasan akan apa yang yang sebaiknya dilakukan dan tidak. Pemimpin sebagai role model dalam penerapan etika bisnis, akan mampu mendorong karyawannya untuk terus berkembang sekaligus memotivasi agar kapabilitas karyawan teraktualisasi.



KELOMPOK 4 (NORMA DAN ETIKA DALAM PEMASARAN, PRODUKSI, MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DAN FINANSIAL)

            Etika adalah seperangkat prinsip- prinsip dan nilai-nilai yang menegaskan tentang benar dan salah. Sedangkan produksi adalah suatu kegiatan menambah nilai guna barang dengan menggunakan sumberdaya yang ada. Etika produksi adalah seperangkat prinsip-prinsip dan nilai-nilai yang menegaskan tentang benar dan salahnya hal hal yang dilakukan dalam proses produksi atau dalam proses penambahan nilai guna barang. 

        Etika pemasaran berkaitan dengan prinsip-prinsip moral di balik operasi dan regulasi pemasaran. Tanggung jawab sosial Seorang manajer pemasaran meliputi pengembangan program pemasaran dan meningkatkan kesadaran dan penerimaan ide-ide dan praktek-praktek sosial.  Dapat ditarik garis besar dari pengertian Etika Produksi dan Etika Pemasaran, bahwa semua hal baik dalam produksi dan pemasaran memiliki aturan yang jelas dan tidak boleh menyalahi aturan. Sebab segala sesuatu di negara ini telah diatur oleh undang-undang yang ditetapkan oleh pemerintah dan perusahaan itu sendiri.


             

KELOMPOK 5 (MEMAHAMI PEMECAHAN KASUS YANG BERKAITAN DENGAN KESADARAN MORAL, PRO & KONTRA DALAM ETIKA BISNIS MELALUI PENDEKATAN JENIS-JENIS PASAR)

             Pengertian etika berbisnis sendiri yaitu seni dan disiplin dalam menerapkan prinsip -                    prinsip etika untuk mengkaji dan memecahkan masalah-masalah moral yang kompleks. 


Tujuan etika bisnis adalah menggugah kesadaran moral dan memberikan batasan-batasan para pelaku bisnis untuk menjalankan good business dan tidak melakukan monkey business atau dirty business yang bisa merugikan banyak pihak yang terkait dalam bisnis tersebut.


Masalah etika dalam bisnis dapat juga diklasifikasikan ke dalam lima kategori yaitu: 

  • Suap (Bribery)
  • Paksaan (Coercion)
  • Penipuan (Deception)
  • Pencurian (Theft)
  • Diskriminasi tidak jelas (Unfair discrimination)


Prinsip-prinsip etika bisnis :

  • Prinsip otonomi
  • Prinsip kejujuran
  • Prinsip keadilan
  • Prinsip saling menguntungkan
  • Prinsip integritas moral

        Kesadaran  moral merupakan kesadaran tentang suatu kenyataan yang tidak tergantung pada siapa yang menyatakan, tetapi pada ada tidaknya kenyataan. Oleh karna itu, kesadaran moral bersifat rasional, obyektif, dan mutlak.


Kewajiban moral mempunyai unsur-unsur pokok berikut :

  • Kewajiban itu bersifat mutlak 
  • Kewajiban itu bersifat itu objektif
  • Kewajiban itu bersifat rasional

 

 

KELOMPOK 6 (KONSEP ETIKA UTILITARIASME DAN MANFAAT DALAM BISNIS)

Dari pembahasan dapat disimpulkan bahwa :

  1. Utilitarianisme adalah paham dalam filsafat moral yang menekan manfaat atau kegunaan dalam menilai suatu tindakan sebagai prinsip moral yang paling dasar, untuk menentukan bahwa suatu perilaku baik jika bisa memberikan manfaat kepada sebagian besar konsumen atau masyarakat.
  2. Kriteria dan Prinsip Etika Utiliarianisme menurut Keraf (1998:94): manfaat, manfaat terbesar, manfaat terbesar bagi orang sebanyak mungkin.
  3. Analisis Keuntungan dan Kerugian :

  • Keuntungan dan Kerugian, cost and benefits yang dianalisis tidak dipusatkan pada keuntungan dan kerugian perusahaan.
  • Analisis keuntungan dan kerugian tidak ditempatkan dalam kerangka uang.
  • Analisis keuntungan dan kerugian untuk jangka panjang.

 

KELOMPOK 7 (MENGIDENTIFIKASI DAN MEMECAHKAN PERSONAL ETIKA YANG TERJADI DALAM LINGKUNGAN EKSTERNAL BISNIS)

            Pengertian etika bisnis yaiu cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan, industry dan juga masyarakat 

Pengertian budaya organisasi yaitu memberikan ketegasan dan mencerminkan speksifikasi suatu organisasi sehingga berbeda dengan organisasi lainnya.

        Hubungan budaya dan etika yaitu mengajak para pelaku bisnis mewujudkan citra dan manajemen bisnis yang baik (etis). 


Fungsi dan tujuan budaya organisasi 

1. Fungsi 

    Menentukan maksud dan tujuan organisasi,dengan fungsi tersebut organisasi akan mengikat anggotannya. 

2. Tujuan : 

  • Mampu memecahkan masalah intern 
  • Mampu memecahkan masalah ekstern 
  • Mampu memilki daya saing 
  • Mampu hidup jangka panjang 

Fundamental etika :

1)      Sopan santun 

2)      Integritas 

3)      Manjaga janji 

4)      Kesetiaan dan keaatan 

5)      Kejujuran dan kewajaran 

6)      Menjaga satu sama lain 

7)      Saling menghargai satu sama lain 

8)      Bertanggung jawab 

9)      Pengetahuan keunggulan 

10)  Dapat di pertanggung jawabkan 


Masalah yang di hadapi dalam etika bisnis yaitu :

1)      Sistematik 

2)      Korporasi 

3)      Individu 


Kendala dalam mewujudkan kinerja bisnis etis :

  1. Standar moral para pelaku bisnis pada umumnya masih lemah 
  2. Banyak perusahaan yang mengalami konflik kepentingan 
  3. Situasi politik dan ekonomi yang belum stabil 
  4. Lemahnya penegakan hukum 
  5. Belum ada organisasi profesi bisnis dan manajemen untuk menegakkan kode etik bisnis dan manajemen.

Etika Bisnis_Tugas Mandiri (3EA14)

  Strategi Terbaik Dalam Manajemen SDM Agar Para Karyawan (Pekerja)  Tertarik  Membuatnya Bertahan Sumber daya manusia dalam sebuah organisa...