RANGKUMAN HASIL DISKUSI
KELOMPOK 2 (MEMAHAMI GAMBARAN UMUM PROFESI BISNIS PADA TANGGUNG JAWAB MORAL, SOSIAL BISNIS, DAN LINGKUNGAN)
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan, Etika Bisnis merupakan suatu bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan bisnis yang dilakukan oleh para pelaku-pelaku bisnis dimanapun berada. Masalah etika dan ketaatan pada hukum yang berlaku merupakan dasar yang kokoh yang harus dimiliki oleh pelaku bisnis dan akan menentukan tindakan apa dan perilaku bagaimana yang akan dilakukan dalam bisnisnya. Sebagaimana pelaku bisnis harus menerapkan beberapa tanggung jawab, seperti :
1. Tanggung Jawab Moral
Ketidakmampuan mengurangi tanggung jawab karena seseorang tidak mempunyai tanggung jawab untuk melakukan (atau melarang melakukan) sesuatu yang tidak dapat dia kendalikan. Maka dari itu pentingnya Tanggung Jawab Moral untuk pelaku bisnis.
2. Sosial Bisnis
Adanya tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan CSR berhubungan erat dengan "pembangunan berkelanjutan", di mana ada argumentasi bahwa suatu perusahaan dalam melaksanakan aktivitasnya harus mendasarkan keputusannya tidak semata berdasarkan faktor keuangan, misalnya keuntungan atau deviden melainkan juga harus berdasarkan konsekuensi sosial dan lingkungan untuk saat ini maupun untuk jangka panjang mengharuskan pelaku bisnis memahami Tanggung Jawab Sosial Bisnis.
3. Lingkungan
Etika ini seharusnya berorientasi untuk mengembangkan kesadaran bahwa pelestarian lingkungan juga untuk kepentingan seluruh makhluk, baik makhluk hidup maupun makhluk mati. Bagaimana kita bersikap terhadap alam ini, apa yang sebaiknya kita lakukan dan kita tinggalkan, apa yang seharusnya dan yang tidak seharusnya kita lakukan terhadap makhluk lain.
KELOMPOK 3 (
Satu hal penting dalam penerapan etika bisnis di perusahaan adalah peran seorang pemimpin/leadership. Pemimpin menjadi pemegang kunci pelaksanaan yang senantiasa dilihat oleh seluruh karyawan. Di berbagai kondisi, saat krisis sekalipun, seorang pemimpin haruslah memiliki kinerja emosional & etika yang tinggi. Pada prakteknya, dibutuhkan kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual dari seorang pemimpin dalam penerapan etika bisnis ini. Kepemimpinan yang baik dalam bisnis adalah kepemimpinan yang beretika. Etika dalam berbisnis memberikan batasan akan apa yang yang sebaiknya dilakukan dan tidak. Pemimpin sebagai role model dalam penerapan etika bisnis, akan mampu mendorong karyawannya untuk terus berkembang sekaligus memotivasi agar kapabilitas karyawan teraktualisasi.
KELOMPOK 4 (
Etika adalah seperangkat prinsip- prinsip dan nilai-nilai yang menegaskan tentang benar dan salah. Sedangkan produksi adalah suatu kegiatan menambah nilai guna barang dengan menggunakan sumberdaya yang ada. Etika produksi adalah seperangkat prinsip-prinsip dan nilai-nilai yang menegaskan tentang benar dan salahnya hal hal yang dilakukan dalam proses produksi atau dalam proses penambahan nilai guna barang.
Etika pemasaran berkaitan dengan prinsip-prinsip moral di balik operasi dan regulasi pemasaran. Tanggung jawab sosial Seorang manajer pemasaran meliputi pengembangan program pemasaran dan meningkatkan kesadaran dan penerimaan ide-ide dan praktek-praktek sosial. Dapat ditarik garis besar dari pengertian Etika Produksi dan Etika Pemasaran, bahwa semua hal baik dalam produksi dan pemasaran memiliki aturan yang jelas dan tidak boleh menyalahi aturan. Sebab segala sesuatu di negara ini telah diatur oleh undang-undang yang ditetapkan oleh pemerintah dan perusahaan itu sendiri.
KELOMPOK 5 (MEMAHAMI PEMECAHAN KASUS YANG BERKAITAN DENGAN KESADARAN MORAL, PRO & KONTRA DALAM ETIKA BISNIS MELALUI PENDEKATAN JENIS-JENIS PASAR)
Pengertian etika berbisnis sendiri yaitu seni dan disiplin dalam menerapkan prinsip - prinsip etika untuk mengkaji dan memecahkan masalah-masalah moral yang kompleks.
Tujuan etika bisnis adalah menggugah kesadaran moral dan memberikan batasan-batasan para pelaku bisnis untuk menjalankan good business dan tidak melakukan monkey business atau dirty business yang bisa merugikan banyak pihak yang terkait dalam bisnis tersebut.
Masalah etika dalam bisnis dapat juga diklasifikasikan ke dalam lima kategori yaitu:
- Suap (Bribery)
- Paksaan (Coercion)
- Penipuan (Deception)
- Pencurian (Theft)
- Diskriminasi tidak jelas (Unfair discrimination)
Prinsip-prinsip etika bisnis :
- Prinsip otonomi
- Prinsip kejujuran
- Prinsip keadilan
- Prinsip saling menguntungkan
- Prinsip integritas moral
Kesadaran moral merupakan kesadaran tentang suatu kenyataan yang tidak tergantung pada siapa yang menyatakan, tetapi pada ada tidaknya kenyataan. Oleh karna itu, kesadaran moral bersifat rasional, obyektif, dan mutlak.
Kewajiban moral mempunyai unsur-unsur pokok berikut :
- Kewajiban itu bersifat mutlak
- Kewajiban itu bersifat itu objektif
- Kewajiban itu bersifat rasional
KELOMPOK 6 (
Dari pembahasan dapat disimpulkan bahwa :
- Utilitarianisme adalah paham dalam filsafat moral yang menekan manfaat atau kegunaan dalam menilai suatu tindakan sebagai prinsip moral yang paling dasar, untuk menentukan bahwa suatu perilaku baik jika bisa memberikan manfaat kepada sebagian besar konsumen atau masyarakat.
- Kriteria dan Prinsip Etika Utiliarianisme menurut Keraf (1998:94): manfaat, manfaat terbesar, manfaat terbesar bagi orang sebanyak mungkin.
- Analisis Keuntungan dan Kerugian :
- Keuntungan dan Kerugian, cost and benefits yang dianalisis tidak dipusatkan pada keuntungan dan kerugian perusahaan.
- Analisis keuntungan dan kerugian tidak ditempatkan dalam kerangka uang.
- Analisis keuntungan dan kerugian untuk jangka panjang.
KELOMPOK 7 (MENGIDENTIFIKASI DAN MEMECAHKAN PERSONAL ETIKA YANG TERJADI DALAM LINGKUNGAN EKSTERNAL BISNIS)
Pengertian etika bisnis yaiu cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan, industry dan juga masyarakat
Pengertian budaya organisasi yaitu memberikan ketegasan dan mencerminkan speksifikasi suatu organisasi sehingga berbeda dengan organisasi lainnya.
Hubungan budaya dan etika yaitu mengajak para pelaku bisnis mewujudkan citra dan manajemen bisnis yang baik (etis).
Fungsi dan tujuan budaya organisasi
1. Fungsi
Menentukan maksud dan tujuan organisasi,dengan fungsi tersebut organisasi akan mengikat anggotannya.
2. Tujuan :
- Mampu memecahkan masalah intern
- Mampu memecahkan masalah ekstern
- Mampu memilki daya saing
- Mampu hidup jangka panjang
Fundamental etika :
1) Sopan santun
2) Integritas
3) Manjaga janji
4) Kesetiaan dan keaatan
5) Kejujuran dan kewajaran
6) Menjaga satu sama lain
7) Saling menghargai satu sama lain
8) Bertanggung jawab
9) Pengetahuan keunggulan
10) Dapat di pertanggung jawabkan
Masalah yang di hadapi dalam etika bisnis yaitu :
1) Sistematik
2) Korporasi
3) Individu
Kendala dalam mewujudkan kinerja bisnis etis :
- Standar moral para pelaku bisnis pada umumnya masih lemah
- Banyak perusahaan yang mengalami konflik kepentingan
- Situasi politik dan ekonomi yang belum stabil
- Lemahnya penegakan hukum
- Belum ada organisasi profesi bisnis dan manajemen untuk menegakkan kode etik bisnis dan manajemen.
No comments:
Post a Comment